sudah sekian lamanya belajar menulis, sampai hari ini masih saja belum ketemu arah menulis, tidak seperti orang lain enak dilihat, senang dibaca dan lain sebagainya. namun aku belum juga bisa meletakkan jari di atas tuts menari mengikuti alunan hati, sepertinya mereka sangat dengan terampil menuangkan isi hatinya tanpa batas…
Filed under: Curhat | Ditandai: jeritan hati | Tinggalkan sebuah Komentar »

